Baru Launching, Brand Apparel Lokal Ini Sudah Gandeng Builder Amrik

Muhamad Nurul Hidayah - Jumat, 13 Oktober 2017 | 16:23 WIB
Christian Sosa dan Ongky Rudyanto saat acara launching Dinggo Company di Dab Hobbies Yogyakarta (12/
Adi Wira Bhre Anggono
Christian Sosa dan Ongky Rudyanto saat acara launching Dinggo Company di Dab Hobbies Yogyakarta (12/

MOTOR Plus-online.com - Kamis lalu (12/10/2017) Dinggo Company yang merupakan brand apparel lokal resmi dilaunching.

Acara peluncuran digelar di Dab Hobbies Yogyakarta.

Ternyata, meski baru dilaunching Dinggo Company langsung siap masuk ke pasar global.

Dengan menggandeng Christian Sosa, builder dari Sosa Metalworks yang bertempat di Las Vegas, Amerika Serikat, mereka mencoba langsung go international.

Di kalangan pehobi motor kustom, nama Sosa sudah tidak perlu ditanyakan lagi.

(BACA JUGASharing Bersama Kaichiroh Kurosu ‘Cherrys Company’ dan Tiga Builder Honda Dream Ride Project)

Builder asal Amerika ini terkenal dengan kemampuannya dalam mengkustom berbagai part baik untuk motor maupun mobil.

Merek Dinggo ini adalah hasil kolaborasi Andreas Parayogi yang kerap disapa Mas Yogi dan Ongky Rudyanto atau biasa dipanggil Koh Rudy, keduanya sama-sama dari Yogyakarta.

“Jadi memang kami ingin mencoba membawa nama Jogja ke kancah global dengan menggunakan brand ini," ujar Yogi di sela-sela launching.

Christian Sosa
Kustomfest 2017
Christian Sosa
Pemilihan Sosa sebagai brand ambassador pun bukan tanpa alasan.

“Kenapa Christian Sosa? Karena Kita semua tahu proyek dan kemampuan dia, dan sekarang sedang happening juga di Indonesia, semuanya serba handmade," ujar Ongky Rudyanto.

(BACA JUGA : Desain Booth Apparel Kawahara Layaknya Distro, Banyak Apparel Tema Balap)

"Sebelum mengajak dia bergabung, kami mempunyai semboyan passion for a good journey dan sepertinya kami mempunyai slogan yang sama,” pungkas Rudy.

Rencana mereka nanti ke depannya bikin penasaran. Sebab katanya akan ada pembukaan cabang Dinggo di tanah asal Sosa.

Begitu juga kerjasama dalam hal desain pun akan dilakukan karena melihat pasar AS yang berbeda dengan Indonesia.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA