Apa Emang Custom Culture Lawan Dari Custom Stock?

Motorplus - Senin, 28 Maret 2016 | 20:11 WIB

Istilah custom culture kadang didefinisikan sebagai karya dengan aliran ‘gue banget’, anti stock dan hand-made. Istilah custom culture terkadang dianggap sebagai lawan custom stock. Custom stock modifikasi yang berbasis komponen produk massal. Sehingga, modif yang dihasilkan ciri-cirinya hampir mirip. Karena, bentuk dasar motor masih terlihat jelas. Unsur industri dalam memproduksi komponen di custom stock sangat kuat dibanding custom stock.

Namun apakah benar demikian? Lulut Wahyudi, builder Retro Classic Cycle (RCC) menampik anggapan itu. Menurut builder yang berdomisili di Jogja ini, semua aliran modif yang dilakukan itu bagian dari custom culture.

“Dari istilah bahasa saja, custom dan culture itu memuat makna mengkustom atau mengubah. Sedangkan culture itu budaya atau hasil karya. Tak peduli apakah itu limited produk atau the only one atau produk massal,” jelas Lulut.

Lulut mengisahkan Custom Culture merupakan way of life dari sebuah komunitas. “Katakan sebuah modifikasi trail. Sebuah custom culture tidak sebatas pada modifikasi motornya saja yang model trail. Hal itu diikuti oleh gaya hidup lainnya seperti gaya berpakaian yang sesuai dengan tema trail bahkan tempat nongkrongnya yang berbau alam,” bilang Lulut.

Soal fenomena Custom Culture ini, banyak mengaitkan dengan rumah modifikasi Jepang yakni Chicara Nagata (CN) pada 2006 lalu. Desain dan modifikasi yang dihasilkan oleh rumah modif CN ini dianggap tonggak modif handmade, atau tampilan yang sesuai dengan karakter pemiliknya.

“Semua hasil karya dari Chicara dianggap membuat aliran aliran baru Japanese Style. Dimana semua hasil custom merupakan bikinan sendiri alias anti massal. Namun sebenarnya tren ini bukanlah yang pertama. Tapi, bagi sebagian modifikator, CN membawa aliran baru,” ungkap Lulut.

Sedangkan custom stock atau mencustom dengan produk missal, merupakan bagian dari custom culture. Modifikasi atau custom bike sudah merupakan bagian industri. “Semua aliran modif harus jujur, itu industri. Namun turunannya beda-beda. Ada yang lebih suka produk massal, sebagian ada yang produk limited. Ada yang suka aliran café racer, trail, chopper, street racing dan banyak lagi. Itu semua bagian dari custom culture,” ungkap Lulut.

Jadi, melihat istilah tersebut entah itu aliran café racer, atau custom stock, ya merupakan bagian dari sebuah gerakan mengubah tampilan atau custom culture. (www.motorplus-online.com)

Editor : Motorplus

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA