Teknologi F1 dan MotoGP di Sitting & Bos Klep Lokal

Motorplus - Senin, 9 Juli 2012 | 08:06 WIB


Belum lama Tomy Huang yang bos BRT kasih broadcast kepada pengguna BlackBerry yang jadi temannya. Katanya teknologi MotoGP dan F1 ada di BRT.

Bagi yang tidak punya BlackBerry dan belum berteman dengan Tomy Huang, berikut penjelasannya. Dalam pemasangan klep lebar, pihak BRT menggunakan bahan sitting dan bos klep dari beryllium cooper (becu).

Menurut Pak Tomy, Becu material langka dan sangat mahal. Memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan albronze. Tapi, harganya mencapai 6 kali lebih mahal dibanding albronze yang sudah banyak dipakai di motor balap.

Ada beberapa keuntungan menggunakan bahan becu. Pertama, punya transfer panas 7 kali lebih cepat dibanding besi. Ini yang membuat suhu ruang bakar tidak mudah overheat. Karena panas dari sitting dan bos klep dengan mudah disalurkan menuju kepala silinder.

Karena tahan panas, membuat kompresi lebih stabil. Artinya tekanan dari dalam silinder tidak mudah bocor lewat sitting klep. Apalagi pihak BRT menggunakan sistem Cryo Tech.

Cryo Tech digunakan dalam pemasangan sitting klep yang didingingkan sampai minus 200 celcius. Membuat sitting klep mengkerut dan bisa dimasukkan ke dalam lubang yang sempit tanpa tekanan keras. Tanpa Cryo Tech, tidak akan masuk ke lubangnya meski dipukul palu.

Kembali ngomongin bahan beryllium cooper. Memiliki kekerasa HRC 45 atau setara 440 HB. Atau 2 kali lipat lebih keras dibanding albronze. Sangat baik dipadukan dengan klep titanium.

Paling penting lagi, tidak terjadi bouncing (mental) untuk pemakai lift klep yang tinggi. Bouncing maksudnya tidak rigid dan bikin klep mental. Tapi, empuk macam albronze. Sehingga klep tidak rawan putus. (motorplus-online.com)
Editor : Motorplus

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA