Find Us On Social Media :

Jangan Menjerit, Begini Tindakan Pemotor Saat Berkendara Mendadak Terjadi Gempa Bumi

By Ahmad Ridho, Minggu, 23 Desember 2018 | 20:25 WIB
Korban gempa bumi menyelamatkan motor. (Tribunnews.com)

MOTOR Plus-online.com - Bencana alam berupa tsunami kembali menerjang lokasi wisata Anyer, Banten (22/12/2018) malam tadi.

Kepanikan tentu melanda warga termasuk pengendara mobil dan motor.

Berkendara ketika terjadi bencana alam seperti gempa membutuhkan usaha besar agar tetap aman berada di jalan raya.

Menurut instruktur senior Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana berkendara motor saat gempat cukup membahayakan.

Baca Juga : Sedih Lihatnya, Vespa Masih Bau Dealer dan Moge Mahal Hancur Dilindas Alat Berat, Salah Apa?

"Berkendara motor saat gempa lebih berbahaya karena pergerakan tanah mengganggu keseimbangan pengendara motor.

Itu sebabnya pengetahuan berkendara defensif penting saat seperti itu," ucap Sony beberapa waktu lalu.

Sony mengungkapkan, misalkan kecepatan berkendara di jalan seperti jalan provinsi adalah 60 kilometer per jam dan dengan asumsi kecepatan aman dikurangi 10 kilometer per jam, motor akan sulit dikendalikan saat gempa.

Selain itu dari sisi keseimbangan juga membahayakan pengendara motor.